JAKARTA, KOMPAS.com — Rezky (19), pria yang tewas dibacok di Jalan H Muhi, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, ternyata telah dua hari menginap di Warnet Sixtone, tak jauh dari lokasi kejadian. Pemilik warnet, Sofyan Chandra alias Yano (21), menuturkan, selain korban, ada beberapa teman lain yang sedang berada di warnet.
"Zeey (Rezky) itu sudah dua hari ada di warnet. Katanya, dia datang ke situ karena ada game baru, namanya Dragonest," kata Yano ditemui di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2012).
Selain Yano dan korban, di warnet tersebut juga ada beberapa rekan lainnya, yaitu Ridwan (adik Yano), Uta, Deus, dan Upit, pemilik motor Yamaha Jupiter Z nopol B 6998 NGV yang dikendarai Ridwan bersama korban.
Sebelum kejadian, Ridwan dan korban mengendarai motor milik Upit menuju warteg untuk makan. Seusai makan, keduanya berniat kembali ke warnet sambil membawa bungkusan makanan sahur untuk Upit.
"Mereka habis dari warteg makan sahur. Mereka juga bawa nasi bungkus buat si Upit (pemilik motor)," tutur Yano.
Yano melanjutkan, menurut cerita Ridwan, adiknya, dalam perjalanan pulang itulah muncul sepeda motor dari arah berlawanan yang ditumpangi dua orang. Mereka langsung memepetkan motor ke kendaraan yang ditumpangi Ridwan dan korban. Akibatnya, Ridwan harus meminggirkan kendaraan hingga ke tembok gang.
"Yang bawa motor pakai helm, yang dibonceng pakai kupluk. Mereka dipepet ke tembok, abis itu motor bebek pergi," ujar Yano.
Baru berjalan beberapa lama, muncul sepeda motor Yamaha Mio dari arah berlawanan yang ditumpangi dua orang. Saat itulah Ridwan melihat pengendara motor Mio mengayunkan sesuatu. Ia sendiri tidak mengetahui jenis alat lantaran kejadian berlangsung sekitar pukul 02.10 dini hari.
"Tiba-tiba tangan sebelah kanan si Ridwan basah dan berasa hangat. Dipikir si Ridwan, dia dilemparin kopi panas," kisah Yano.
Ridwan, lanjut dia, tidak menyadari cairan yang membasahi baju dan badannya adalah darah dari leher Rezky. Tanpa menengok kondisi Rezky, Ridwan terus mengendarai motor. Tak lama kemudian, Rezky jatuh ke aspal dengan posisi tengkurap. Darah bercucuran dari lehernya yang hampir putus.
Ridwan yang terkejut langsung menghentikan laju motor. Ia sempat meminta bantuan ke sebuah warteg. Namun, karena para pelayan semuanya wanita, tak satu pun di antara mereka yang bersedia membantu.
Ridwan kemudian melihat seorang anggota kepolisian di sebuah minimarket di dekat lokasi. Petugas kemudian datang ke lokasi dan langsung menghubungi ambulans untuk membawa jenazah korban ke RS Fatmawati untuk menjalani visum.
Sepeda motor yang ditumpangi korban saat ini telah diamankan ke Mapolsek Metro Kebayoran Lama sebagai barang bukti. Motor berwarna biru-perak itu tampak dipenuhi ceceran darah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang